Oktober 2019

"Diet Gadget" Kurangi Kecanduan Smartphone


Jika anak telanjur kecanduan gadget dan benar-benar tak bisa lepas dari perangkat elektronik, orang tua dianjurkan untuk melakukan 'diet gadget'. Ini dilakukan supaya anak bisa terlepas dari kebiasaan bermain gadget.

Menurut psikolog Annelia Sari Sani, MPsi, kecanduan gadget pada anak berbeda-beda variasnya, namun yang paling parah anak bisa sampai benar-benar mengamuk saat tak ada gadget. Selain bermain gadget, ia tidak mau melakukan aktivitas lainnya. Jika sudah demikian, orang tua tidak boleh tinggal diam.

"Sudah parah banget kalau si anak sampai tidak tahu mau ngapain kalau tidak ada gadget. Jadi diambil dulu saja gadgetnya, dia pasti akan mengamuk mungkin bahkan sampai dua minggu, tapi tidak apa-apa, harus sabar orang tuanya," ujar Annelia.
Selama periode tersebut, anak perlu dikenalkan dengan aktivitas bermain yang melibatkan fisik. Ajaklah anak bermain di luar rumah alias outdoor. Dengan begitu, anak lama-lama akan belajar bahwa permainan fisik itu juga tak kalah menarik dibandingkan permainan elektronik.

"Lalu jika anak biasanya main gadget sampai 8 jam sehari, dietnya ya kurangi sedikit-sedikit jam mainnya, 6 jam lalu 4 jam, sampai akhirnya bisa jadi 2 jam saja maksimal per harinya," imbuh Annelia.

Yang pasti, psikolog yang juga praktik di RSAB Harapan Kita ini menyebutkan bahwa sebenarnya gadget juga memiliki manfaat, selama orang tua bisa mengatur dan mengarahkan secara tepat. Salah satu manfaat positif tersebut adalah anak jadi lebih terbiasa memilih-milih informasi yang didapat. Dengan main game, anak juga dilatih mengambil keputusan lebih cepat. 


Baca Juga : Sering Lihat Smartphone Kenali Cirinya
"Iya yang pasti jangan sampai dia benar-benar buta gadget dan tidak pernah dikenalkan dengan internet, takutnya nanti dia malah dibodohi teman-temannya karena tidak tahu pemakaiannya. Mau tidak mau anak juga harus paham perkembangan teknologi, karena saat ini dunia berkembangnya ke arah sana. Tapi ya itu, tetap ada aturannya," tegas Annelia.

Ada beberapa tips untuk mengurangi ketergantungan gadget, yaitu :
1. Buat niat dan komitmen yang kuat kepada anak
2. Tentukan berapa lama atau batasi penggunaan gadgetnya
3. Matikan dan jauhkan gadget
4. Imbangi bermain dengan fisik atau penalaran

Untuk itu kita sebagai orang tua, harus benar-benar mengawasi penggunaan dan pemakaian gadget untuk anak sesuai dengan umur mereka.



Sering Lihat Smartphone, Kenali Ciri Cirinya!!!!


Menurut para ahli, kecanduan smartphone bisa menyebabkan efek ketagihan yang sama dengan perilaku kecanduan, seperti berjudi atau melihat tontonan pornografi. Berdasarkan hasil penelitian, kecanduan smartphone dapat mengubah zat kimia otak yang pada akhirnya memengaruhi kondisi  badan atau fisik, psikologis atau kejiwaan, dan bahkan perilaku seseorang.

Ciri-Ciri Kecanduan Smartphone
Seseorang dikatakan sudah kecanduan smartphone apabila sebagian besar atau bahkan waktunya lebih banyak dihabiskan untuk menggunakan smartphone, seperti tablet, laptop, atau portable gaming device. Istilah untuk kondisi ini adalah nomofobia (no mobile phobia), yang berarti ketakutan dalam diri untuk aktivitas sehari-hari tanpa smartphone maupun dalam bentuk lainnya.
Anda dapat mengukur tingkat kecanduan terhadap smartphone dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

• Apakah Anda merasa sering tidak nyaman atau gelisah jika smartphone tidak bersama Anda?
• Apakah Anda merasa keberatan atau sulit  jika tidak memegang smartphone, meskipun hanya sebentar?
• Apakah Anda sering menggunakan smartphone di waktu makan atau sedang berkumpul?
• Apakah Anda sering atau biasa memeriksa status atau unggahan (posting) pada smartphone di tengah malam?
• Apakah Anda lebih sering berinteraksi dengan smartphone daripada dengan orang lain bahkan dengan keluarga anda sendiri?
• Apakah Anda menghabiskan banyak waktu untuk membuat cuitan di Twitter, membalas status-status di Facebook, atau mengirim surel menggunakan smartphone sebagai bentuk komunikasi kepada orang lain?
• Apakah Anda lebih sering bermain smartphone, padahal Anda tahu bahwa seharusnya Anda bisa melakukan hal lain yang lebih produktif?
• Apakah Anda berkencenderungan untuk menggunakan smartphone, padahal sedang sibuk denngan tugas sekolah atau pekerjaan kantor?



Baca Juga : Terlalu Sering Main Gadget


Jika jawaban anda lebih banyak “ya”, maka Anda dapat dikatakan mengalami kecanduan smartphone atau bahkan keracunan.
 

Dampak Kecanduan Smartphone

Siapa pun yang terkena kecanduan smartphone dapat mengalami berbagai macam efek buruk, tidak peduli pada usia dan apapun profesi atau pekerjaannya. Beberapa dampak yang dapat muncul akibat kecanduan smartphone adalah:
Efek fisik (badan)

Beberapa dampak buruk atau negatif pada kesehatan fisik akibat kecanduan smartphone adalah:
 

1. Masalah pada mata
Karena terlalu lama menatap layar gawai, mata bisa menjadi bermasalah. Beberapa masalah pada mata yang berisiko terjadi pada pecandu smartphone adalah mata lelah, mata kering, dan penglihatan terganggu.

2. Nyeri di bagian tubuh tertentu
Orang yang sudah kecanduan smartphone mungkin tidak menyadari bahwa lehernya sering tertekuk dan jari-jari tangannya tidak berhenti mengetik di layar gawainya dikarenakan posisi duduk atau posisi memainkan smartphone yang tidak ideal. Hal ini membuat mereka rentan mengalami sakit badan, persendian, atau bahkan sakit leher, nyeri bahu, serta nyeri pada jari-jari dan pergelangan tangan.

3. Infeksi
Layar smartphone adalah sarangnya jutaan kuman. Bahkan ada riset yang menyatakan bahwa kuman yang disebut kuman E.coli merupakan salah satu penyebab diare yang paling banyak ditemukan pada smartphone. Hal ini membuat orang yang sering bersentuhan dengan smartphone lebih berisiko terkena infeksi.

4. Kurang tidur
Pecandu smartphone sering kali rela begadang, sehingga kualitas dan waktu tidurnya berkurang. Jika dibiarkan berkepanjangan, hal ini dapat menyebabkan gangguan tidur. Masalah kesehatan ini bisa meningkatkan risiko terjadinya obesitas, diabetes, penyakit jantung, bahkan infertilitas.


Baca Juga : WHO Sarankan Penggunaan Gadget Tidak Dari 1 Jam

Karena kurang tidur, pecandu smartphone akan sulit berkonsentrasi dan mengalami kelelahan sepanjang hari, kurang nya konsentrasi. Hal ini lah yang dapat meningkatkan risiko cedera atau kecelakaan saat bekerja atau bahkan menyetir.

Efek psikologis atau kejiwaan
Tak hanya masalah fisik, kecanduan smartphone juga dapat menyebabkan masalah psikologis atau kejiwaan, yaitu:
• Menjadi lebih mudah marah dan panik.
• Stres
• Sering merasa kesepian karena berjam-jam menghabiskan waktu tanpa bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi dan gangguan kecemasan.
• Sulit fokus atau berkonsentrasi ketika belajar atau bekerja.
• Masalah dalam hubungan sosial, baik dengan keluarga, teman, rekan kerja, atau pasangan.

Demikian beberapa ciri ciri seseorang kecanduan smartphone, semoga kita yang membaca maupun yang mengetahui masalah akibat dampat kecanduan smartphone, setidaknya minimal kita bisa mencegah keluarga dan tetangga kita agar untuk tidak selalu menggunakan sartphonenya kecuali dalam keadaan yang penting.


Efek Dopamine Pada Game Menggangu Aktifitas Otak


Bermain game online adalah aktifitas yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Salah satu game paling di gandrungi saat ini baik anak muda bahkan juga orang tua saat ini yaitu Players Unknown Battleground (PUBG) yang tersedia baik versi Komputer maupun Handphone atau Smartphone.

Hal ini disampaikan Pengamat Ahli IT dan Siber dari Kalimantan Selatan yaitu Bapak Andi Riza, beliau mengatakan Game bergenre Battle Royal atau perang ini mengadu taktik dan kemampuan pemainnya untuk bertahan hidup di sebuah pulau tertentu. Pemenang adalah orang terakhir yang masih hidup. Tipe game First-Person Shooter ini menarik bagi segala kalangan dan usia, baik yang muda, tua, pria maupun wanita.


Baca Juga : Tanda Kecanduan Ponsel Atau Gadget

"Seperti layaknya game online, hal yang menarik adalah keseruan tantangan dan persaingan. Apalagi dengan kemudahan akses dimanapun dan kapanpun dengan hanya menggunakan gadget mobile. Ini adalah efek dopamine, dimana orang akan terus bermain untuk menyelesaikan tantangan, memenangkan penghargaan, hadiah, bahkan sekedar unjuk kebanggaan ke pemain yang lain saat namanya terpampang di papan skor," katanya.
Koordinator Sub Sektor Teknologi Informasi Kalsel Kreatif Forum ini juga mengatakan Efek Dopamine sebenarnya hal yang baik, menstimulus otak bagian proses visual, pengelolaan perhatian, fungsi motorik, dan integrasi sensomotorik. "Tapi jika sampai kecanduan, ini persoalan yang serius," katanya.

Menurut dia, Organisasi Kesehatan PBB, WHO menetapkan kecanduan game sebagai penyakit gangguan mental yang disebut Game Disorder. Pemain akan menerima dampak negatif, mulai dari kehidupan antisosial, mengurangi rasa empati, sampai ke cacat fisik penyusutan volume otak.


Beberapa kasus game disorder berakhir dengan kematian pemainnya. Lantas bagaimana mengatasi game disorder? Batasi waktu bermain game, khususnya untuk anak. Penerlitian dari Oxford University yang dipimpin oleh Bapak Andrew Przybylski serta dari Jurnal Dr. Jesus Pujol MD, beberapanya ada yang menyimpulkan bahwa waktu bermain yang efektif bagi anak adalah maksimal 1 jam per hari.


Baca Juga : Solusi Terlalu Sering Main Gadget

Jika bermain 3 jam atau lebih, sudah masuk ke kecanduan game yang kemungkinan berdampak negatif ke kehidupan anak. Khusus untuk PUBG, beberapa kontroversi ikut mencuat. Diantaranya efek negatif alur game yang isinya saling membunuh sesama manusia.
Dikatakannya lebih lanjut, Insiden penembakan massal di Selandia Baru di sinyalir akibat pengaruh game berlatar kekerasan semacam ini. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertimbangkan untuk mengeluarkan fatwa haram PUBG dan sejenisnya. Maka, Orang Tua sebaiknya bijaksana.

"Hindarkan game-game yang tidak sesuai dengan umur anak, apalagi yang mengandung unsur negatif seperti kekerasan dan konten dewasa. Yang kedua, batasi waktu bermain, cukup maksimal 1 jam perhari. Hindari memberi gadget dengan akses tanpa batas. Gunakan waktu bermain anak untuk bersosialisasi baik dengan keluarga maupun dengan teman-teman sepermainannya," katanya.

Sumber : Tribunbanjarmasin.com

Tanda Kamu Kecanduan Ponsel atau Gadget, Kenali Tandanya!!!!!


Dari hasil penelitan menurut PEW Research Center telah meneliti penduduk Amerika yang sudah dewasa kemudian menemukan sekitar 67 persen dan di antaranya mengaku sering memeriksa ponsel mereka, walaupun kondisi sedang tidak berbunyi, bergetar maupun menerima panggilan. Itu adalah salah satu kebiasaan adanya kecanduan atau tidak bisanya terlepas seseorang dari gadget.

Kalau kamu sudah mengalami beberapa tanda tanda seperti  informasi  seperti di bawah ini seperti yang dilansir Psych Guides, kebanyakan warga kecanduan biasanya berdampak seperti ini.

1. Merasa perlu atau tidak bisa untuk lepas menggunakan telepon seluler

Dari hal ini juga membuat kamu merasa terganggu atau bahkan kesulitan untuk ketika berusaha menguranginya.

Kadang kadang orang melihat ke ponsel ketika mengalami perasaan ingin tau status atau kabar seseorang melalui social media yang ada dan kadang sering meliahat ponsel itu karena mencemaskan atau mengkuatirksan seseorang. Sehigga kamu semakin sulit terlepas dari gadget atau ponsel, itulah yang membuat masalah kamu menjadi kecanduan gadget.



Baca Juga : Terlalu Sering Main Gadget



2. Merusak hubungan atau pekerjaan

Dikarenakan terlalu seringnya penggunaan ponsel, kamu menjadi lebih fokus pada apa yang ada di dalam ponsel dari pada yang ada dihadapanmu atau sedang apa yang kamu kerjakan padahal tidak selalu harus dicek atau diperiksa. Itulah yang dapat merusak hubungan seseorang atau pekerjaan bahkan Pendidikan sesorang karena fokus yang berlebihan kepada ponsel yang dimilikinya.

3. Keinginan mempunyai ponsel yang selalu update

Kamu selalu merasa memerlukan gadget atau ponsel terbaru, dengan lebih banyaknya aplikasi terbaru yang ditawarkan membuat semakin parahnya seseorang ditambah lagi karena adanya dorongan dalam diri ingin selalu terbaru, teruptudate, ataupun paling dahulu memiliki ponsel baru tersebut, Nah, penggunaan  seperti ini yang membawa kamu jadi kecanduan ponsel.



Baca Juga :WHO Sarankan Penggunaan Gadget Tidak Main Lebih Dari 1 Jam
 

 4. 'Emosi Tidak Terkontrol atau tidak konsentrasi' ketika tidak terhubung dengan ponsel

Bisa tidak tenang, emosi, tegang, marah, bahkan mungkin depresi ketika kamu lupa meletakkan ponsel ataupun lupa membawa ponsel saaat beraktifitas, itu juga salah satu anda kecanduan ponsel




Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.