Oktober 2019

Efek Dopamine Pada Game Menggangu Aktifitas Otak


Bermain game online adalah aktifitas yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Salah satu game paling di gandrungi saat ini baik anak muda bahkan juga orang tua saat ini yaitu Players Unknown Battleground (PUBG) yang tersedia baik versi Komputer maupun Handphone atau Smartphone.

Hal ini disampaikan Pengamat Ahli IT dan Siber dari Kalimantan Selatan yaitu Bapak Andi Riza, beliau mengatakan Game bergenre Battle Royal atau perang ini mengadu taktik dan kemampuan pemainnya untuk bertahan hidup di sebuah pulau tertentu. Pemenang adalah orang terakhir yang masih hidup. Tipe game First-Person Shooter ini menarik bagi segala kalangan dan usia, baik yang muda, tua, pria maupun wanita.


Baca Juga : Tanda Kecanduan Ponsel Atau Gadget

"Seperti layaknya game online, hal yang menarik adalah keseruan tantangan dan persaingan. Apalagi dengan kemudahan akses dimanapun dan kapanpun dengan hanya menggunakan gadget mobile. Ini adalah efek dopamine, dimana orang akan terus bermain untuk menyelesaikan tantangan, memenangkan penghargaan, hadiah, bahkan sekedar unjuk kebanggaan ke pemain yang lain saat namanya terpampang di papan skor," katanya.
Koordinator Sub Sektor Teknologi Informasi Kalsel Kreatif Forum ini juga mengatakan Efek Dopamine sebenarnya hal yang baik, menstimulus otak bagian proses visual, pengelolaan perhatian, fungsi motorik, dan integrasi sensomotorik. "Tapi jika sampai kecanduan, ini persoalan yang serius," katanya.

Menurut dia, Organisasi Kesehatan PBB, WHO menetapkan kecanduan game sebagai penyakit gangguan mental yang disebut Game Disorder. Pemain akan menerima dampak negatif, mulai dari kehidupan antisosial, mengurangi rasa empati, sampai ke cacat fisik penyusutan volume otak.


Beberapa kasus game disorder berakhir dengan kematian pemainnya. Lantas bagaimana mengatasi game disorder? Batasi waktu bermain game, khususnya untuk anak. Penerlitian dari Oxford University yang dipimpin oleh Bapak Andrew Przybylski serta dari Jurnal Dr. Jesus Pujol MD, beberapanya ada yang menyimpulkan bahwa waktu bermain yang efektif bagi anak adalah maksimal 1 jam per hari.


Baca Juga : Solusi Terlalu Sering Main Gadget

Jika bermain 3 jam atau lebih, sudah masuk ke kecanduan game yang kemungkinan berdampak negatif ke kehidupan anak. Khusus untuk PUBG, beberapa kontroversi ikut mencuat. Diantaranya efek negatif alur game yang isinya saling membunuh sesama manusia.
Dikatakannya lebih lanjut, Insiden penembakan massal di Selandia Baru di sinyalir akibat pengaruh game berlatar kekerasan semacam ini. Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertimbangkan untuk mengeluarkan fatwa haram PUBG dan sejenisnya. Maka, Orang Tua sebaiknya bijaksana.

"Hindarkan game-game yang tidak sesuai dengan umur anak, apalagi yang mengandung unsur negatif seperti kekerasan dan konten dewasa. Yang kedua, batasi waktu bermain, cukup maksimal 1 jam perhari. Hindari memberi gadget dengan akses tanpa batas. Gunakan waktu bermain anak untuk bersosialisasi baik dengan keluarga maupun dengan teman-teman sepermainannya," katanya.

Sumber : Tribunbanjarmasin.com

Tanda Kamu Kecanduan Ponsel atau Gadget, Kenali Tandanya!!!!!


Dari hasil penelitan menurut PEW Research Center telah meneliti penduduk Amerika yang sudah dewasa kemudian menemukan sekitar 67 persen dan di antaranya mengaku sering memeriksa ponsel mereka, walaupun kondisi sedang tidak berbunyi, bergetar maupun menerima panggilan. Itu adalah salah satu kebiasaan adanya kecanduan atau tidak bisanya terlepas seseorang dari gadget.

Kalau kamu sudah mengalami beberapa tanda tanda seperti  informasi  seperti di bawah ini seperti yang dilansir Psych Guides, kebanyakan warga kecanduan biasanya berdampak seperti ini.

1. Merasa perlu atau tidak bisa untuk lepas menggunakan telepon seluler

Dari hal ini juga membuat kamu merasa terganggu atau bahkan kesulitan untuk ketika berusaha menguranginya.

Kadang kadang orang melihat ke ponsel ketika mengalami perasaan ingin tau status atau kabar seseorang melalui social media yang ada dan kadang sering meliahat ponsel itu karena mencemaskan atau mengkuatirksan seseorang. Sehigga kamu semakin sulit terlepas dari gadget atau ponsel, itulah yang membuat masalah kamu menjadi kecanduan gadget.



Baca Juga : Terlalu Sering Main Gadget



2. Merusak hubungan atau pekerjaan

Dikarenakan terlalu seringnya penggunaan ponsel, kamu menjadi lebih fokus pada apa yang ada di dalam ponsel dari pada yang ada dihadapanmu atau sedang apa yang kamu kerjakan padahal tidak selalu harus dicek atau diperiksa. Itulah yang dapat merusak hubungan seseorang atau pekerjaan bahkan Pendidikan sesorang karena fokus yang berlebihan kepada ponsel yang dimilikinya.

3. Keinginan mempunyai ponsel yang selalu update

Kamu selalu merasa memerlukan gadget atau ponsel terbaru, dengan lebih banyaknya aplikasi terbaru yang ditawarkan membuat semakin parahnya seseorang ditambah lagi karena adanya dorongan dalam diri ingin selalu terbaru, teruptudate, ataupun paling dahulu memiliki ponsel baru tersebut, Nah, penggunaan  seperti ini yang membawa kamu jadi kecanduan ponsel.



Baca Juga :WHO Sarankan Penggunaan Gadget Tidak Main Lebih Dari 1 Jam
 

 4. 'Emosi Tidak Terkontrol atau tidak konsentrasi' ketika tidak terhubung dengan ponsel

Bisa tidak tenang, emosi, tegang, marah, bahkan mungkin depresi ketika kamu lupa meletakkan ponsel ataupun lupa membawa ponsel saaat beraktifitas, itu juga salah satu anda kecanduan ponsel




Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.