Guru Zuhdi dikenal Sosok Pengobat Rindu Guru Sekumpul

Guru Zuhdi dikenal Sosok Pengobat Rindu Guru Sekumpul
KH. Ahmad Zuhdiannor


Bumi kalimantan kembali kehilangan salah satu ulama besar yang berkharismatik, yang kita kenal dengan KH Ahmad Zuhdiannor atau biasa di panggal Guru Zuhdi.

Beliau meninggal di RS Medistra Jakarta pada hari Sabtu, 2 Mei 2020 sekitar pukul 6.40 waktu setempat. Beliau atau guru tersebut di kalimantan selatan khususnya banjarmasin beliau mempunyai kekhasan tersendiri dalam menyampaikan tausiah dalam berdakwah, sehingga tidak heran ada anak-anak, tua, dan muda memenuhi tempat pengajian beliau.

Perlu kita ketahui bersama, Guru Zuhdi lahir pada 10 Pebruari tahun 1972 atau bertepatan dengan 24 Zulhijah 1391 Hijriah. Beliau juga anak dari Guru KH Muhammad yang dimana ayah beliau pernah menjadi Pimpinan Ponpes Al Falah ditahun 1986.
Dilansir dari media suara.com, beliau pernah belajar di Ponpes Al Falah, beliau juga mengaji dan menuntut ilmu kepada kakek beliau di Alabio wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Setelah sang kakek meninggal beliau melanjutkan mengkaji ilmu dengan salah satu guru di Banjarmasin yang bernama KH. Abdul Syukur di daerah Teluk Tiram.

Baca Juga :  Guru Zuhdi Meninggal


Guru Zuhdi mempunyai atau mengisi beberapa mejelis seperti, di Komplek Pondok Indah, di rumah pribadi, Mesjid Sabilal Muhtadin dan juga Masjid Jami Sungai Jingah. Beliau memulai dan merintis majelis dengan jamah sedikit dan memulai dengan kitab yang di buat oleh Guru Sekumpul (KH Muhammad Zaini Abdul Ghani). Dengan memulai dengan kitab tersebut banyak jamaah yang merasa terobati rindunya kepada guru sekumpul ditambah dengan cara dan mimik beliau dalam menyampaikan dakwah kitab tersebut.

Selain itu juga, guru Zuhdi juga seorang anggota Badan Pemadam Kebakaran (BPK) yang diberi nama dengan MAJTA, beliau dikenal dengan sosok yang sangat sederhana, rendah hati, bersemangat, dan ceria serta selalu berbagi kepada masyarakat.

Dalam majelisnya, Guru Zuhdi pernah bapasan kepada jemaah yang isinya dalam bahasa banjar ;

“Bukti kita nih banyak dosa, kita baluman badapat lawan Rasulullah SAW, istighfar lawan besholawat kina bisa ai sidin mancungul”.

Bumi kalimantan kembali kehilangan salah satu ulama besar yang berkharismatik, yang kita kenal dengan KH Ahmad Zuhdiannor atau biasa di panggal Guru Zuhdi.

This is the most recent post.
Posting Lama

Posting Komentar

Berikan Komentar yang bermanfaat ya Sob

[blogger][facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.